Posts

PONPES TOHIR YASIN AJAK SANTRI PEKA TERHADAP MASALAH KEBANGSAAN

Image
Dalam mengisi bulan ramadhan Ponpes Ttohir Yasin menggelar kegiatan Daurah Santri sekaligus buka puasa bersama yang bertajuk “ bulan ramadhan moment memperkuat ukhuwah islamiyah, wawasan kebangsaan dan menolak paham radikalisme-terorisme di kalangan santri “ yang dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Juni 2017 di Ponpes Tohir Yasin lendang Nangka, Masbagik. Kegiatan tersebut dihadiri oleh semua santri yang ada di Tohir Yasin serta tokoh masyarakat.  Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai kabangsaan di kalangan santri, menolak paham radikalisme-terorisme serta memperkuat ukhuwh islamiyah di kalangan masyarakat.  Dalam sambutannya mewakili pihak ponpes, Ahmad Fatoni, M.Pd mengatakan “ sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, maka peranan kaum santri sagatlah vital untuk menjaga keutuhan NKRI dari gangguan luar seperti intoleransi, keberagaman dan masuknya paham radikalisme-terorisme, Gangguan yang disebutkan diatas semakin hari intensita...

PMII lombok timur gelar seminar kedaerahan dalam rangka menangkal radikalisme di kabupaten lombok timur

Image
Fenomena radikalisme yang sedang trend sekarang ini tidak luput dari perhatian beberapa kalangan aktifis dan tokoh masyarakat di lombok timur, bentuk perhatian tersebut dierealisasikan oleh pengurus cabang PMII dalam bentuk seminar kedaerahan yang dihelat pada hari senin, 27 februari 2017 di aula LLK gelang. Dalam kegiatan seminar yang dihadiri oleh ratusan peserta dari unsur mahasiswa, tokoh agama,ormas dan okp tersebut ketua cabang PMII lombok timur LL. Jayani rangga anom putra, mengatakan “ Gerakan Radikalisme yang sedang terjadi di indonesia sekarang ini merupakan masalah besar dan harus segera disikapi karena dapat menimbulkan kekacauan yang berujung pada terancamnya keselataman negara indonesia. PMII sebagai salah satu banom NU akan terus ikut serta dalam menjaga bangsa indonesia dari segala macam ancaman yang datang termasuk radikalisme ini “. Penyatuan pendapat dengan cara dialog bagi seluruh pemangku kebijakan merupakan langkah yang strategis dalam menangkal radikalisme...

Bareskrim Gelar perkara ahok IPNU minta semua pihak menghormati proses hukum yang ada

Image
M. Alhusni ( Ketua IPNU ) Lotim, Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh gubernur non aktif Basuki Djahaya Purnama kini sudah sampai pada tahap gelar perkara di bareskrim Polri. ketua IPNU lotim meminta agar semua pihak berlapang dada menerima hasil :  hal ini disampaikan oleh ketua IPNU Lotim, M. Al-Husni saat media NU lotim mewawancarainya di Rempung ( 14/16 ), beliau menyampaikan bahwa :  " Sebenarnya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh ahok tidak perlu dibesar-besarkan karena beliau sendiri sudah meminta maaf kepada ummat muslim di indonesia"  Lebih lanjut ketua IPNU lotim sekaligus Kader Bela Negara menyampaikan bahwa sebagai negara hukum kita harus menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada proses hukum yang berlaku di indonesia, dan sebagai warga negara yang taat pada hukum kita harus menerima hasil dari gelar perkara yang sedang berlangsung saat ini di bareskrim " kita yakin bahwa pihak kepolisian sudah bekerja dengan profesional dan ...

PC NU Lotim Ajak Masyarakat Lombok Timur Tidak Terprovokasi sikapi dugaan kasus penistaan agama oleh Ahok

Image
Lotim, PC NU sebagai salah satu ormas Islam di Lombok Timur mengajak masyarakat muslim khususnya tidak terporvokasi menyikapi maslaha dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Non Aktiv. PC NU menghimbau agar persoalan tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PC NU Lotim, H. Imron Fauzi, MM dalam wawancara dengan Media NU Online di rumahnya, Terara pada 14/11)" " Dalam menyelesaikan permasalahan ahok yang harus didahulukan adalah dialog antar kedua belah pihak yaitu antara pemuka agama dan ahok jika tidak menemukan titik temu maka barulah kita menggunakan proses hukum yang ada di indonesia dengan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada penegak hukum" tuturnya.  Menyikapi masalah dugaan penistaan agama dengan aksi demonstrasi justru akan membuat bangsa Indonesia yg berbhineka akan terancam. lebih lanjut beliau mengatakan bahwa jika kita menggunakan tindakan dengan demonstrasi itu akan merugikan masyara...

SELAYANG PANDANG PONPES YADARO MOYOT

Image
Lahir dari Sosok Mantan Anak Terminal dan Penjual Es Keliling Berhasil keluar dari kesulitan hidup karena miskin, di antara tetesan air mata yang tersembunyi dan hati terpahat ditempa ujian, rintangan dan cobaan, dia terus bekerja serabutan — dari menjual es, kue, tembakau hingga jadi tukang. Semua dilakoninya sejak masa kanak-kanak . Berkat kegigihannya, dia menjadi tamu penting di Istana Negara. Dialah DR (Hc) H.MUH.SALEH YAHYA, pemilik Yayasan Pondok Pesantren Darusslam Al-Kubro (Yadaro) Moyot, Kecamatan Sakra, yang dirintis tahun 2006. Yadaro mengelola Lembaga Pendidikan (RA/TK, MI/SD, MTs/SMP Islam, MA), Dakwah (Majlis Ta’lim Tarekat Talqin Zikir), Sosial/Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Kopontren, Kandang Sapi), Kesehatan (Klinik Yadaro) dan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji ) Yadaro. Sekitar 56 tahun yang lalu, lahir Muh.Saleh Yahya. Ia tumbuh sebagai anak dari kalangan yang teramat miskin bersaudara lima. Kedua orang tuanya bercerai dan menempuh jalan hidup sendiri-se...

MTs. AL-IJTIHAD DANGER MASBAGIK

Image
A. Periode Perintisan     Pada periode ini di Desa Danger belum terdapat lembaga yang khusus membidangi pendidikan agama. Sehingga pendidikan agama anak-anak menjadi terbengkalai dan tak terorganisir. Melihat kenyataan seperti itu mendorong keprihatinan Bapak TGH. Mahsun, maka beliau menyelenggarakan musyawarah terbatas di rumah beliau di Montong Terasi (sekarang Montong Daerah) Desa Danger yang membicarakan tentang pendidikan agama anak-anak. Musyawarah tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan musyawarah yang dihadiri oleh para pemuka agama dan tokoh masyarakat Desa Danger dan dihadiri pula oleh pihak Pemerintah Desa. Akhirnya, pada tanggal 15 Maret 1962 dengan persetujuan dari Kepala Kantor Departemen Agama yang pada waktu itu dijabat oleh Bapak Mujetaba dari Pagutan Lombok Barat, Bapak TGH Mahsun dengan dukungan tokoh agama dan masyarakat dengan resmi mendirikan lembaga pendidikan agama setara SD yang diberi nama Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatus Sababiyah Al-Isla...

TGKH. MUHAMMAD TURMUZI BADARUDIN BAGU

Image
TGH.L. Muhammad Turmuzi Badruddin lahir 74 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1937 di Desa Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, NTB. Turmudzi kecil (saya tulis untuk memudahkan dalam penulisan) dilahirkan dari lingkungan darah biru atau keluarga Bangsawan). Karena itu, beliau memiliki gelar kebangsawanan “lalu” sebagai symbol status sosial yang dianggap lebih tinggi di kalangan masyarakat Sasak-Lombok. Dalam istilah masyarakat Sasak dikenal dari lingkungan Perwangse (Raden : Jawa). Tetapi, tidak seperti kaum Perwangse abangan, keluarga Turmuzi dikenal sebagai keluarga santri. Bagaimana tidak, sejak baluknya/datuknya (Buyut : Jawa) hingga kakeknya memiliki tradisi santri yang taat. TGH. Abdul Wadud, dikenal sebagai ustadz kitab kuning yang memiliki keluasan ilmu dan kedalaman spiritual. Sebagaimana penuturan Turmudzi, datuknya pernah merintis pengajaran kitab kuning di Bagu Dasan. Tentu saja ini tidak merupakan pertanda bahwa benih-benih atau akar-akar pemunculan sebuah pesantren di D...